Yogyakarta, 13 Juli 2011

Kepada Yth,

Bapak ketua Pengadilan Negeri Bantul

Di

Tempat

Perihal : Gugatan Melawan Hukum

 

Dengan Hormat,

Niken Pratjna Paramita, S.H., M.H. merupakan Advokat/Pembela Umum yang sepakat memilih domisili hukum di kantor PRATJNA & PARTNER LAW OFFICE yang beralamat Jalan Wonosari Km. 14 Yogyakarta. Dalam hal ini, berdasarkan Surat Kuasa Khusus, tertanggal 12 Juli 2011, yang bertindak sendiri-sendiri maupun bersama-sama untuk dan atas nama :

Mas Hono Rio Kertanegara, Umur 21 tahun, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan, Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Ds Blonotan RT.04/RW.23 Dk Onggopatran Srimulyo Kec. Piyungan Kab. Bantul. Untuk selanjutnya disebut sebagai ————————————————————————————————————————–PENGGUGAT.

PENGGUGAT dengan ini mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum terhadap:

Dwi Budi Santoso, Umur 25 tahun, Seorang anggota POLRI di Polres Bantul, Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Gedongan/GK. Gedongan RT.01, Trirenggo, Kec. Bantul. Kab. Bantul. Selanjutnya disebut————————————————————————————————————————–TERGUGAT.

FAKTA HUKUM
Bahwa TERGUGAT, pada hari sabtu tanggal 21 Agustus 2010, sekira pukul 16.30 Wib bertempat di Jalan Wonosari km 11,5 Dsn. Tegalyoso, Ds. Sitimulyo, Kec. Piyungan, Kab. Bantul, telah melakukan Penganiayaan terhadap PENGGUGAT

Pada waktu dan tempat sebagaimana diuraikan di atas, sewaktu PENGGUGAT hendak pulang dari bermain dari tempat temannya, di perjalanaan bertemu dengan kegiataan razia dari polisi lalu lintas Polres Bantul, pada saat PENGGUGAT melanjutkan perjalanan kemudian melihat TERGUGAT sedang mengendarai sepeda motor dan arah jalannya menyerong ke kanan secara tiba-tiba tanpa ada tanda lampu sein kekanan sehingga menutupi jalan, PENGGUGAT pun mengerem mendadak, lalu PENGGUGAT melihat pada diri TERGUGAT teryata sedang sms-an memakai Handphone ketika berkendara di jalan raya. Lalu PENGGUGAT menegurnya.

Bahwa TERGUGAT tersinggung dan tidak terima atas teguran yang dilakukan oleh PENGGUGAT, TERGUGAT lalu menganiaya, yang dilakukan dengan cara memukuli PENGGUGAT dari belakang  mengenai tengkuk belakang kepala, punggung, dan pinggang.

Akibat perbuatan TERGUGAT, PENGGUGAT mengalami nyeri tekan pada bagian punggung sebelah kiri, belakang kepala, pada bagian pelipis kanan, dada kiri dan luka lecet dijari tengah tangan kanan dan lengan bawah tangan kiri dengan ukuran kurang lebih 4 x 1cm dan luka lecet pada jari tengah tangan kanan dengan ukuran lebih 3 mm, berdasarkan dari Visum Et Repertum No : 113210 /MR /RSIH/ VIII/2010 tertanggal 28 Agustus 2010 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Sudiyoko, dokter umum pada Rumah Sakit Islam Hidayatullah.

Akibat luka yang dialami oleh PENGGUGAT dirawat 4 hari di Rumah Sakit Islam Hidayatullah sehingga tidak bisa beraktifitas seperti biasanya dan mengakibatkan trauma apabila melihat kegiatan razia polisi lalu lintas.

PERBUATAN MELAWAN HUKUM TERGUGAT

Bahwa atas tindakan TERGUGAT terbukti beraktifitas memakai Handphone ketika berkendara di jalan raya, tidak sesuai prosedur Undang-Undang Lalu Lintas yang mengakibatkan timbulnya kerugian bagi  PENGGUGAT

Bahwa atas tindakan TERGUGAT  melakukan perbuatan yang telah disebutkan diatas maka PENGGUGAT, yang mengakibatkan timbulnya kerugian bagi PENGGUGAT maka selayaknya TERGUGAT dinyatakan oleh Pengadilan Negeri Bantul telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Bahwa atas perbuatan TERGUGAT berdasarkan pasal 1365KUHPerdata harus menanggung beban atas semua kerugian yang timbul akibat perbuatan hukum yang dilakukannya.

Bahwa selain itu sepatutnya TERGUGAT melakukan instropeksi agar perbuatan yang dilakukannya tidak terulang dimasa mendatang dan juga memohon maaf kepada PENGGUGAT.

KERUGIAN PENGGUGAT

Bahwa akibat perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh TERGUGAT sebagaimana dikemukakan diatas, baik yang dilakukan dengan sengaja ataupun karena kelalaiannya, telah menimbulkan berbagai bentuk kerugian bagi PENGGUGAT yang dapat diperhitungkan secara immateriil maupun materiil;

Bahwa Kerugian secara immateriil tidak terkira, kerugian immateriiel sulit dihitung namun demi memberikan kepastian hukum berkenaan diajukan gugatan ini kerugian immateriil yang diderita oleh PENGGUGAT jika dinilai dalam bentuk uang adalah sebesar Rp. 20.000.000,- (terbilang: Dua puluh juta rupiah);

Bahwa Kerugian secara materil yang diderita oleh PENGGUGAT jika dinilai dalam bentuk uang adalah sebesar Rp. 8.700.000,- (terbilang: Delapan juta tujuh ratus ribu rupiah); Dengan perincian sebagai berikut :

  1. Biaya Rumah Sakit dan Berobat sebesar Rp. 3.700.000,- (terbilang: Tiga juta tujuh ratus ribu rupiah).
  2. Biaya sehari-hari yang telah dikeluarkan untuk mengurus perkara sebesar Rp. 5.000.000,- (terbilang: Lima juta rupiah).

­______________________________________________________________________________________ +

Total jumlah kerugiannya sebesar Rp. 8.700.000,- (terbilang: Delapan juta tujuh ratus ribu rupiah)

PENGGUGAT juga harus mengeluarkan biaya Pengacara pada perkara ini sebesar Rp. 15.000.000,- (terbilang: Lima belas juta rupiah)

Karena itu dengan mendasarkan pada ketentuan Pasal 1365 KUHPerdata dimana intinya menetapkan kewajiban hukum bagi pembuat kerugian untuk mengganti seluruh kerugian yang ditimbulkan karena perbuatannya.

Bahwa selain itu menurut PENGGUGAT sudah sepatutnya pula menurut hukum Pengadilan Negeri Bantul memutuskan bagi TERGUGAT untuk membayar segala biaya perkara yang timbul dari perkara ini;

Bahwa berdasarkan seluruh dalil yang dikemukan oleh PENGGUGAT, jelas dalil-dalil di dalam gugatan ini sudah didasarkan pada hukum yang berlaku dengan dilengkapi bukti-bukti yang cukup serta tidak terbantahkan. Karena itu sudah sepatutnya pula Pengadilan Negeri Bantul yang memeriksa dan mengadili perkara ini serta memutuskan berdasarkan keadilan.

Bahwa untuk menghindari etikad tidak baik dari TERGUGAT dalam melaksanakan putusan pengadilan, maka dengan ini PENGGUGAT memohon kepada Pengadilan Negeri Bantul  untuk dapat melakukan Sita Jaminan terhadap barang-barang milik TERGUGAT berupa :

  1. Sebidang tanah dan berikut juga bangunan yang ada diatasnya yang terletak di Gedongan RT.01 Trirenggo kec. Bantul Kab. Bantul.
  2. Satu kendaraan bermotor merek SupraX 125 yang bernomor polisi AB 5475 AJ.

TUNTUTAN

Berdasarkan seluruh uraian diatas, maka PENGGUGAT dengan ini memohon Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bantul yang memeriksa dan mengadili perkara ini berkenan untuk memutuskan:

PRIMAIR :

  1. Menerima dan mengabulkan gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya.
  2. Menyatakan TERGUGAT telah melakukan perbuatan melawan Hukum.
  3. Menghukum  TERGUGAT secara tegas untuk membayar segala kerugian yang dialami oleh PENGGUGAT, yakni sebesar Rp. 43.700.000 (Empat puluh tiga juta tujuh ratus ribu rupiah), dengan perincian:
    1. Immaterill sebesar Rp. 20.000.000,-
    2. Materiil sebesar Rp 8.700.000,-
    3. Jasa pengacara sebesar Rp 15.000.000,-
  4. Menyatakan sah dan berharga sita lebih dulu yang telah diletakkan atas barang-barang yang bersangkutan:
    1. Sebidang tanah dan berikut juga bangunan yang ada diatasnya yang terletak di Gedongan RT.01 Trirenggo kec. Bantul Kab. Bantul.
    2. Satu kendaraan bermotor merek SupraX 125 yang bernomor polisi AB 5475 AJ.
  5. Menghukum TERGUGAT untuk membayar segala biaya perkara yang timbul dari perkara ini.
  6. Menyatakan bahwa putusan ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu, meskipun ada upaya verzet, banding, kasasi; perlawanan dan/atau peninjauan kembali (uitvoerbaar bij Voorraad).

SUBSIDIAIR :

Atau apabila Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini berpendapat lain, PENGGUGAT mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).

Hormat Kami,

Kuasa Hukum Penggugat

 

 

 

(Niken Pratjna Paramita, S.H., M.H.)