AKIBAT RAKUS HARTA DUNIA

Rumah megah, mobil mewah dan harta yang melimpah saat ini menjadi idaman dari hampir semua manusia untuk memilikinya. Rumah megah menjadi lambang status sosial pemiliknya. Mobil mewah menjadi lambang kehormatan. Harta yang melimpah menjadi lambang kebanggaan. 

Mereka merasa mulia dengan melimpahnya harta dunia. Sebaliknya mereka merasa menjadi orang yang hina dina saat rejeki mereka seret atau usaha mereka macet. Padahal sikap hidup seperti itu tidak benar dan telah disanggah Allah dalam QS Al-Fajar : 15-20

وَ رَوَى اْلبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ: لَوْ اَنَّ اَحَدُكُمْ يَعْمَلُ فىِ صَخْرَةٍ
فَأَمَّا الإنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (١٥)وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (١٦)كَلا بَل لا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ (١٧)وَلا تَحَاضُّونَ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (١٨)وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلا لَمًّا (١٩)وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا

(Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata, “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata, “Tuhanku menghinakanku”. Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil), dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.). Sikap seperti itu muncul karena kecintaan mereka kepada harta dunia yang berlebihan.

Harta dunia memang dijadikan indah dalam pandangan manusia. [QS.Ali Imran : 14] Sehingga banyak manusia menumpuk harta yang menjadi kecintaannya sampai-sampai tidak habis dimakan anak cucu tujuh turunan.

وَ رَوَى اْلبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ: لَوْ اَنَّ اَحَدُكُمْ يَعْمَلُ فىِ صَخْرَةٍ
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak[186] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

Manusia rakus terhadap harta dunia sehingga tidak peduli halal haram. Semua diterjang untuk mendapatkan harta. Pengusutan yang dilakukan KPK terhadap berbagai kasus suap dan korupsi seperti yang dilakukan oleh Artalita Suryani yang menyeret mantan jaksa Urip, Dharnawati yang menyeret beberapa pejabat Menakertrans, Gayus Tambunan yang menyeret beberapa aparat kepolisian, M Nazaruddin yang menyeret beberapa pejabat Kemenpora merupakan bukti kerakusan manusia akan harta dunia.

Kasus perampokan bank, pembobolan mesin ATM, penggelapan uang nasabah dan pemalsuan uang semakin meningkat. Penipuan dengan kedok arisan, koperasi, dan investasi semakin sering terjadi. Konflik horizontal yang menelan banyak korban jiwa yang disebabkan oleh sengketa lahan pertanian, perkebunan dan pertambangan menyeruak dimana-mana.

Pendudukan yang dilakukan oleh kekuatan asing atas Irak dan Afganistan, penggulingan atas pemerintah Tunisia, Mesir, dan Libya, dan intimidasi yang dilakukan terhadap Iran bukan tidak mungkin berlatar belakang rakus terhadap harta dunia. Allah memberitakan bahwa manusia yang paling rakus terhadap harta dunia itu adalah orang Yahudi.

وَ رَوَى اْلبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ: لَوْ اَنَّ اَحَدُكُمْ يَعْمَلُ فىِ صَخْرَةٍ
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِينَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ

(Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan [QS.Al-Baqarah : 96]) Bahkan mereka juga dikutuk seperti kera yang hina [QS Al-Baqarah : 65]

Kera adalah binatang yang paling rakus terhadap makanan. Meski mulutnya penuh kacang, tangannya membawa pisang, dia akan merebut makanan yang dibawa pengunjung kebun binatang.
Saudaraku, sudah banyak kerabat, teman dan sahabat yang menjadi penghuni penjara karena kejahatan yang mereka lakukan untuk mendapatkan harta. Sudah banyak sengketa yang menyebabkan korban jiwa karena harta.

Sudah banyak manusia menjadi calon penghuni neraka karena kerakusan mereka akan harta. Belumkah tiba waktunya bagi kita semua untuk mengecilkan harta dunia dan membesarkan akherat? Dalam pandangan Allah harta dunia tidak lebih berharga dari pada sehelai sayap nyamuk. Lalu mengapa kita memperebutkannya dengan mengorbankan akherat?

وَ رَوَى اْلبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ: لَوْ اَنَّ اَحَدُكُمْ يَعْمَلُ فىِ صَخْرَةٍ
وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Mari kita sadari bahwa sebenarnya harta dan anak-anak itu hanyalah cobaan (Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar [QS Al-Anfaal : 28]),

وَ رَوَى اْلبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ: لَوْ اَنَّ اَحَدُكُمْ يَعْمَلُ فىِ صَخْرَةٍ
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الأمْوَالِ وَالأوْلادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

dan kesenangan yang menipu (Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. [QS Al-Hadiid : 20]).
Jangan sampai kita tertipu dan gagal menghadapi cobaan. Mari kita perlakukan yang kecil itu kecil dan yang besar itu besar. Sedang yang lebih besar, lebih baik dan lebih kekal adalah kehidupan akherat (dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. [QS Adl-Dluhaa : 4]);

وَ رَوَى اْلبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ: لَوْ اَنَّ اَحَدُكُمْ يَعْمَلُ فىِ صَخْرَةٍ
وَلَلآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الأولَى

Dan Sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).

(Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal [QS. Al-A’laa : 17]).

وَ رَوَى اْلبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ: لَوْ اَنَّ اَحَدُكُمْ يَعْمَلُ فىِ صَخْرَةٍ
وَالآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى

Semoga Allah memilih kita menjadi hamba-Nya yang pandai mengecilkan dunia dan membesarkan akherat, menjadi penguasa harta, bukan malah dikuasai harta, aamiin. sumber

Baca Juga Artikel Lainnya…

About these ads